<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Musa Web Id &#187; Coding</title>
	<atom:link href="http://musa.web.id/category/coding/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://musa.web.id</link>
	<description>Just another opaque paper</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Aug 2010 01:49:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>WP Syntax Highlighting, for PHP &amp; HTML or WP Tag?</title>
		<link>http://musa.web.id/techie/coding/syntax-highlighting-for-php-or-html</link>
		<comments>http://musa.web.id/techie/coding/syntax-highlighting-for-php-or-html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 15:14:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coding]]></category>
		<category><![CDATA[code]]></category>
		<category><![CDATA[theme]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musa.web.id/?p=799</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mencicpi  WordPress 2.8 Beta 1, satu hal yang paling menarik adalah theme editornya bisa berwarna menyesuakan tag. Jadi editor tersebut seperti software code editor, padahal cuma dari browser.  Ini disebut "syntax highlighting". Namun kelihatannya ada yang aneh. Ada satu jenis kode yang belum berwarna. Yaitu tag-tag dar wordpress itu sendiri. Seperti "the_post()", "the_time()" , [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="first-child "><a href="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/theme-editor.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-967" title="theme-editor" src="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/theme-editor-300x161.png" alt="theme-editor" width="300" height="161" /></a>Setelah mencicpi  WordPress 2.8 Beta 1, satu hal yang paling menarik adalah theme editornya bisa berwarna menyesuakan tag. Jadi editor tersebut seperti software code editor, padahal cuma dari browser.  Ini disebut "syntax highlighting".</p>
<p>Namun kelihatannya ada yang aneh. Ada satu jenis kode yang belum berwarna. Yaitu tag-tag dar wordpress itu sendiri. Seperti "<strong>the_post()</strong>"<strong>, </strong>"<strong>the_time()</strong>" , dll.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musa.web.id/techie/coding/syntax-highlighting-for-php-or-html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iseng-iseng Bikin WP Theme</title>
		<link>http://musa.web.id/techie/coding/iseng-inseng-bikin-wp-theme</link>
		<comments>http://musa.web.id/techie/coding/iseng-inseng-bikin-wp-theme#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 03:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coding]]></category>
		<category><![CDATA[Emotional Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Social]]></category>
		<category><![CDATA[Technology and Internet]]></category>
		<category><![CDATA[design]]></category>
		<category><![CDATA[photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[theme]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress theme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musa.web.id/?p=738</guid>
		<description><![CDATA[Melihat perjuangan para devlopper dan pengembang tema wordpress, saya menjadi tertarik untuk mencobanya. Yaitu membuat tema wordpress (WordPress Theme). Dari dulu sudah ada keinginan untuk membuat WP (WordPress) Theme sendiri, tapi dulu g ada niat dan ga ada kesempatan. Tapi sekarang, aku sempatkan aja. Karena kelihatannya asyik. Masalah pengkodean dari tema wordpress itu sendiri dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="first-child ">Melihat perjuangan para devlopper dan pengembang tema wordpress, saya menjadi tertarik untuk mencobanya. Yaitu membuat tema wordpress (WordPress Theme). Dari dulu sudah ada keinginan untuk membuat WP (WordPress) Theme sendiri, tapi dulu g ada niat dan ga ada kesempatan. Tapi sekarang, aku sempatkan aja. Karena kelihatannya asyik.</p>
<p>Masalah pengkodean dari tema wordpress itu sendiri dapat kita peroleh dari website wordpress bagian <a href="http://codex.wordpress.org/Main_Page">dokumentasi</a>. Jadi saya rasa itu bukan masalah. Sebelum menuju ke situ, saya harus menata layout atau tampilannya dulu. Yaitu menggunakan HTML dengan style CSS. Dan sebelum menata itu semua, saya harus punya desain bagian-bagiannya dulu.<span id="more-738"></span></p>
<p>Langkah pertama saya jalani, yaitu mendesain tampilan tema dengan menggunakan software Adobe Photoshop. Disini agak gayeng juga, karena kreatifitasku di tantang. Sebelum saya mendesain suatu desain, saya butuh inspirasi. Lalu saya coba lihat-lihat direktori tema wordpress yang sudah jadi. Setelah dapat gambaran, segera langsung saya buat.</p>
<p>Setelah kurang lebih 60% berjalan, tiba-tiba aku kehabisan ide! Sudah di paksa-paksakan, tetep g ada ide. Di tambah lagi dengan serangan malas yang menyerang bertubi-tubi. Ya udah, akhirnya nyerah deh sampe di situ. Dan inilah hasilnya:<a href="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/Copy-of-tema-biru.jpg"><img class="size-medium wp-image-979 aligncenter" title="tema biru" src="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/Copy-of-tema-biru-300x266.jpg" alt="tema biru" width="300" height="266" /></a>Kurang sidebar sama bagian utama utk post. Mungkin dari temen-temen ada ide?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musa.web.id/techie/coding/iseng-inseng-bikin-wp-theme/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiap Baris Beda Warna</title>
		<link>http://musa.web.id/techie/coding/tiap-baris-beda-warna</link>
		<comments>http://musa.web.id/techie/coding/tiap-baris-beda-warna#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 17:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coding]]></category>
		<category><![CDATA[css]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[warna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musa.web.id/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin anda pernah lihat kotak komentar yang dimana tiap baris warnanya selang-seling. Baris genap warnanya gelap, baris ganjil warnanya cerah misalnya... Bagaimana membuatnya? Pada dasarnya yang membuat warnanya beda adalah style dari CSSnya. Jadi ada 2 jenis style yang bedanya hanya pada warna. Contohnya seperti ini: Lalu yang kemudian adalah bagaimana caranya agar data yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="first-child ">Mungkin anda pernah lihat kotak komentar yang dimana tiap baris warnanya selang-seling. Baris genap warnanya gelap, baris ganjil warnanya cerah misalnya... Bagaimana membuatnya?</p>
<p>Pada dasarnya yang membuat warnanya beda adalah style dari CSSnya. Jadi ada 2 jenis style yang bedanya hanya pada warna. Contohnya seperti ini:</p>
<p><img class="size-full wp-image-987 alignnone" title="2css-col" src="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/2css-col.png" alt="2css-col" width="275" height="275" /></p>
<p><span id="more-648"></span></p>
<p>Lalu yang kemudian adalah bagaimana caranya agar data yang di tampilkan itu classnya bisa selang seling seperti ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-988" title="selang-seling-col" src="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/selang-seling-col.png" alt="selang-seling-col" width="233" height="403" /></p>
<p>Kita akan memanfaatkan looping pada PHP untuk membuat seperti itu. Logikanya seperti ini: Kita deklrasikan bahwa variabel "baris" memiliki nilai "0". Saat "baris" berniali "0", maka kita akan mendeklarasikan bahwa "baris" bernilai "1" di tambah "baris". Maka kini baris akan bernilai "1". Saat baris bernilai "1", dari perhitungan sebelumnya dapat di simpulkan bahwa baris bernilai "0". Begitu seterusnya hingga baris akan bernilai 0, 1, 0, 1, 0, 1, 0, dst.</p>
<p>Coba logika tadi kita aplikasikan pada sebuah daftar hewan menggunakan PHP di bawah ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-989" title="logika-col" src="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/logika-col.png" alt="logika-col" width="326" height="499" /></p>
<p>maka hasilnya <em>class</em>-nyaakan akan selang-seling antara 1 dan 0 seperti ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-990" title="hasil-code-col" src="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/hasil-code-col.png" alt="hasil-code-col" width="199" height="243" /></p>
<p>Sekarang tinggal bumbu CSSnya di tambahin kan jadi. Jika semuanya di susun maka akan jadi seperti ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-991" title="full script" src="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/full-script-col.png" alt="full script" width="328" height="851" /></p>
<p>Jika di akses akan jadi seperti ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-994" title="hasil di browser" src="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/hasil-dibrowser-col.png" alt="hasil di browser" width="196" height="233" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musa.web.id/techie/coding/tiap-baris-beda-warna/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RoundUp &amp; RoundDown jadi Ceil &amp; Floor</title>
		<link>http://musa.web.id/techie/coding/roundup-rounddown-jadi-ceil-floor</link>
		<comments>http://musa.web.id/techie/coding/roundup-rounddown-jadi-ceil-floor#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 17:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coding]]></category>
		<category><![CDATA[calc]]></category>
		<category><![CDATA[excel]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musa.web.id/?p=642</guid>
		<description><![CDATA[Di Ms Excel atau Open Calc atau yang sejenisnya, ada salah satu function yang sering kita sebut dengan RoundUp dan RoundDown. Fungsi RoundUp dan RoundDown ini adalah untuk membulatkan pecahan desimal ke atas atau ke bawah. Penggunaanya pada umumnya seperti ini: =ROUNDUP(Bilangan;Angka Pembulat) atau =ROUNDDOWN(Bilangan;Angka Pembulat) Suatu saat, saya membutuhkan kedua fungsi ini. Tapi bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="first-child "><img class="size-full wp-image-986 alignleft" title="round-ceil-floor" src="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/round-ceil-floor.png" alt="round-ceil-floor" width="289" height="241" />Di Ms Excel atau Open Calc atau yang sejenisnya, ada salah satu function yang sering kita sebut dengan <em>RoundUp </em>dan <em>RoundDown</em>. Fungsi <em>RoundUp</em> dan<em> RoundDown</em> ini adalah untuk membulatkan pecahan desimal ke atas atau ke bawah. Penggunaanya pada umumnya seperti ini:</p>
<p><code>=ROUNDUP(Bilangan;Angka Pembulat)</code> atau <code>=ROUNDDOWN(Bilangan;Angka Pembulat)</code></p>
<p>Suatu saat, saya membutuhkan kedua fungsi ini. Tapi bukan di Ms Excel atau yang sejenisnya, yaitu di pemrograman PHP. Saya coba ternyata tidak bisa. Malah jadi error.<span id="more-642"></span></p>
<p>Lalu saya cari info di <a href="http://id2.php.net/" target="_blank">situs resmi PHP</a> dan akhirnya kutemukan juga. Kalau di PHP, fungsi <em><strong>round</strong></em> nyamasih sama, tapi <em>RoundUp </em>dan <em>RoundDown </em>nya ganti, yaitu<em> C</em><em>eil &amp; Floor.</em> Entah kenapa kok bisa begitu. Padahal secara harfiyyah mungkin maknanya sangat jauh. <em>Floor </em>artinya lantai, <em>ceil </em>artinya melumur. Kok bisa ya???</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musa.web.id/techie/coding/roundup-rounddown-jadi-ceil-floor/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Script Pembuka Halamanku Semakin Simple</title>
		<link>http://musa.web.id/techie/coding/script-pembuka-halamanku-semakin-simple</link>
		<comments>http://musa.web.id/techie/coding/script-pembuka-halamanku-semakin-simple#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 02:35:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coding]]></category>
		<category><![CDATA[html]]></category>
		<category><![CDATA[MySQL]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[programming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musa.web.id/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[Sedikit share aja yaa. Kalo sedang ndevlop website menggunakan banyak file PHP, biasanya kan ada banyak bagian-bagiannya. Bagian yang jelas pada setiap halaman beda adalah bagian isi atau konten. Pada bagian isi atau konten tersebut nantinya adalah ditentukan oleh informasi yang di dapat dari alamat yang di aksess atau yang lebih dikenal dengan Metode Get. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="first-child ">Sedikit share aja yaa. Kalo sedang ndevlop website menggunakan banyak file PHP, biasanya kan ada banyak bagian-bagiannya. Bagian yang jelas pada setiap halaman beda adalah bagian isi atau konten. Pada bagian isi atau konten tersebut nantinya adalah ditentukan oleh informasi yang di dapat dari alamat yang di aksess atau yang lebih dikenal dengan Metode Get.</p>
<p>Bila yang di minta adalah halaman depan maka akan menampilkan tampilan depan. Jika yang di minta adalah halaman profil, maka yang di tampilkan adalah tulisan profil. Bila yang di minta adalah halaman galeri maka akan menampilkan foto.</p>
<p>Nah, biasanya untuk menangkap perintah halaman yang yang di minta, saya menggunakan script ini:</p>
<p>$_GET['buka']==='depan'</p>
<p>bila di rangkai maka hasilnya adalah seperti ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-995" title="php menu lama" src="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/php-menu-lama.png" alt="php menu lama" width="390" height="449" /></p>
<p>Pada saat pengunjung mengakses <span style="text-decoration: underline;">file.php?buka=profil</span> maka dia akan dibukakan file profil.php, bila mengakses <span style="text-decoration: underline;">file.php?buka=galeri</span> maka dia akan dibukakan file galeri.php, dan bila hanya membuka file.php maka akan membuka depan.php.</p>
<p>Rangkaian script diatas jika di lihat sepertinya agak rumit yaa?? Nah sekarang aku punya script satu lagi yang fungsinya sama persis tapi lebih simple. Metode pengambilan datanya mengunakan script:</p>
<p>switch($buka)</p>
<p>Ini dia:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-997" title="php menu baru" src="http://musa.web.id/blog3/wp-content/upload/php-menu-baru.png" alt="php menu baru" width="430" height="242" /></p>
<p>Dulu biasanya aku pake yang atas, tapi sekarang pake yang bawah. Karena lebih simple...</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musa.web.id/techie/coding/script-pembuka-halamanku-semakin-simple/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghilangkan Tulisan &#8220;Comment are closed&#8221; pada WP</title>
		<link>http://musa.web.id/techie/coding/menghilangkan-tulisan-comment-are-closed-pada-wp</link>
		<comments>http://musa.web.id/techie/coding/menghilangkan-tulisan-comment-are-closed-pada-wp#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 19:23:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coding]]></category>
		<category><![CDATA[theme]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress theme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musa.web.id/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam, ada seseorang yang nyamperi saya lewat YM. Dia menanyakan, gimana caranya menghilangkan tulisan "Comment are closed" pada blog di WordPress saat komentar tidak di izinkan. Lalu aku jawab, coba saja di utek-utek temanya. Bagian mana mas? Bagian comments.php.  Sudah mas, sudah saya ganti dan sudah saya delete, tapi tulisannya tetap ada. Masa' sih? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="first-child ">Tadi malam, ada seseorang yang nyamperi saya lewat YM. Dia menanyakan, gimana caranya menghilangkan tulisan "Comment are closed" pada blog di WordPress saat komentar tidak di izinkan.</p>
<p>Lalu aku jawab, coba saja di utek-utek temanya. Bagian mana mas? Bagian comments.php.  Sudah mas, sudah saya ganti dan sudah saya delete, tapi tulisannya tetap ada. Masa' sih? Lalu aku coba. Ternyata memang benar, tulisan "Comment are closed" sudah benar-benar bersih dari comments.php tapi masih muncul pada blog.<span id="more-588"></span></p>
<p>Lalu gantian tak tanyain, kok tulisannya ndadak di hilangin segalauntuk apa sih? Katanya pada bagian pages memang ngga' mau di kasih comment. Ooo gitu. Kalo gitu kamu edit saja page.php dan hilangkan <code>&lt;?php comments_template(); ?&gt;</code></p>
<p>Dan ternyata berhasil <img src='http://musa.web.id/blog3/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musa.web.id/techie/coding/menghilangkan-tulisan-comment-are-closed-pada-wp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>wp_list_categories Settings</title>
		<link>http://musa.web.id/techie/coding/wp_list_categories-settings</link>
		<comments>http://musa.web.id/techie/coding/wp_list_categories-settings#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 00:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coding]]></category>
		<category><![CDATA[theme]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress theme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musa.web.id/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Dalam mengembangkan template WordPress, dapat kita temui sebuah tag template wp_list_categories. Tag wp_list_categories ini berfugsi untuk menampilkan daftar kategori-kategori yang ada dalam sebuah blog. Berbeda dengan tag template lainnya, tag template yang satu ini dapat memunculkan tulisan judul dengan sendirinya. Misal tag template wp_get_archives. Jika saya tuliskan baris code &#60;?php wp_get_archives('type=monthly'); ?&#62;, maka akan tampil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="first-child ">Dalam mengembangkan template WordPress, dapat kita temui sebuah tag template wp_list_categories. Tag wp_list_categories ini berfugsi untuk menampilkan daftar kategori-kategori yang ada dalam sebuah blog. <span id="more-21"></span></p>
<p>Berbeda dengan tag template lainnya, tag template yang satu ini dapat memunculkan tulisan judul dengan sendirinya. Misal tag template wp_get_archives. Jika saya tuliskan baris code <code>&lt;?php wp_get_archives('type=monthly'); ?&gt;, maka akan tampil Arsip bulanan mulai dari saat pertama kali blog tersebut terisi tulisan hingga bulan itu. seperti:</code></p>
<ul>
<li>January 2009</li>
<li>February 2009</li>
<li>March 2009</li>
</ul>
<p>Tapi jika tag template wp_list_categories saya tuisakan dengan baris <code>&lt;?php wp_list_categories('title_li='); ?&gt;</code>, maka disitu akan memuncul title "Categories" seperti di bawah ini:</p>
<li class="categories">Categories
<ul>
<li class="cat-item cat-item-1">Uncategorized</li>
<li class="cat-item cat-item-1">Caregorized</li>
<li class="cat-item cat-item-1">Noname</li>
</ul>
</li>
<p>Dulunya saya bingung, darimana tulisan Categories itu berasal? Setelah cari-cari tau, akhirnya aku temukan jawabannya.</p>
<p>Ternyata setiap tag template pada wordpress itu memiliki aturan atau settings yang bisa di atur-atur. Tak terkecuali tag template wp_list_categories. Dan secara default, tag tersebut memang akan memunculkan judul atau title Categories. Defaultnya seperti ini:</p>
<p><code>$defaults = array(<br />
'show_option_all' =&gt; '',<br />
'orderby' =&gt; 'name',<br />
'order' =&gt; 'ASC',<br />
'show_last_update' =&gt; 0,<br />
'style' =&gt; 'list',<br />
'show_count' =&gt; 0,<br />
'hide_empty' =&gt; 1,<br />
'use_desc_for_title' =&gt; 1,<br />
'child_of' =&gt; 0,<br />
'feed' =&gt; '',<br />
'feed_image' =&gt; '',<br />
'exclude' =&gt; '',<br />
'hierarchical' =&gt; true,<br />
'title_li' =&gt; __('Categories'),<br />
'echo' =&gt; 1,<br />
'depth' =&gt; 0<br />
);</code><br />
Jadi baris <code>&lt;?php wp_list_categories(); ?&gt;</code> akan sama dengan <code>&lt;?php wp_list_categories('title_li=Categories'); ?&gt;</code>.</p>
<p>Lalu bagaimana untuk menghilangkannya? Mudah saja. Kita tinggal mengaturnya dengan mengatur <!--more-->title_li=.Agar tulisannya hilang, isinya juga kita hilangi juga, dari <code>title_li=Categories</code> menjadi <code>title_li=</code>. Jadi hasil akhirnya <code>&lt;?php wp_list_categories('title_li='); ?&gt;</code></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musa.web.id/techie/coding/wp_list_categories-settings/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website Full Ajax</title>
		<link>http://musa.web.id/techie/coding/website-full-ajax</link>
		<comments>http://musa.web.id/techie/coding/website-full-ajax#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 00:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coding]]></category>
		<category><![CDATA[Social]]></category>
		<category><![CDATA[Ajax]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musa.web.id/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Secara tidak sengaja, akhirnya kutemukan sebuah website yang dimana disana memanfaatkan Ajax seperti yang aku inginkan. Tadinya saya cuman melihat-lihat artikel inspiratif yang ada di www.marioteguh.asia, namun entah kenapa sampai aku tergiring ke website team pembuat websitenya Mario Teguh itu. Dulu konsep saya seperti ini: Yang saya inginkan adalah sebuah website yang saat halaman depan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="first-child ">Secara tidak sengaja, akhirnya kutemukan sebuah website yang dimana disana memanfaatkan Ajax seperti yang aku inginkan. Tadinya saya cuman melihat-lihat artikel inspiratif yang ada di www.marioteguh.asia, namun entah kenapa sampai aku tergiring ke website team pembuat websitenya Mario Teguh itu.<span id="more-18"></span></p>
<p>Dulu konsep saya seperti ini: Yang saya inginkan adalah sebuah website yang saat halaman depan dibukak, maka konten yang diambil adalah seluruh komponon utama dari website. Namun pada saat halaman lainnya di bukak, maka disana hanya konten halaman baru saja yang di ambil. Sehingga komponen-komponen yang tadi sudah di ambil pada saat pertama kali membuka halaman depan tidak usah di ambil lagi, kita hanya mengambil konten yang dimana pada halaman baru tidak ada. Dengan begitu website akan sangat cepat di akses.</p>
<p>Dulu, sebelum aku tahu-menahu tentang ajax, tehnik yang saya gunaan sangat sederhana, yaitu menggunakan iFrame. Dengan mengarahkan target sebuah link ke frame tersebut, maka halaman target akan dibuka pada frame tersebut. Kelemahan dari menggunakan iFrame ini adalah panjang frame yang digunakan tidak bisa menyesuaikan dengan besar halaman yang di ambil, bisa kurang (sehingga mengeluarkan scroll bar) dan bisa lebih. Sesuai dengan sifat iFrame itu sendiri yaitu statis.</p>
<p>Lalu bagaimana membuat sejenis iFrame yang dimana panjangnya bisa menyesuaikan dengan konten yang ada di dalamnya? Maka Ajax menjadi jawabannya. Dengan sedikit di bumbui dengan Javascrip, maka halaman akan terlihat dinamis dan elegan.</p>
<p>Website yang saya maksudkan tadi adalah websitenya yang membuat websitenya Mario Teguh, yaitu <a title="Exnal" href="http://www.exnal.com" target="_blank">Exnal</a>. Website itu dibuat dengan konsep seperti yang saya paparkan sebelumnya. Disana bila kita membuka halaman lainnya, maka halaman baru hanya akan di load kontennya saja, sedangkan komponen lainnya tidak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musa.web.id/techie/coding/website-full-ajax/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Script untuk Mengecek Status Server</title>
		<link>http://musa.web.id/techie/coding/script-untuk-mengecek-status-server</link>
		<comments>http://musa.web.id/techie/coding/script-untuk-mengecek-status-server#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 00:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coding]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musa.web.id/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Ini sangat berguna bagi anda yang menggunakan jasa layanan shared hosting. Melalui script ini akan diketahui apakah server yang digunakan berfungsi dengan baik atau tidak. $site = 'www.musa.web.id'; $port = '80'; $check = fsockopen( "$site", "$port", $errno, $errstr, 6 ); if ( ! $check ){ echo("Wah, servernya sedang Down!");} else{ echo "Server OK!";} Simpan script [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="first-child ">Ini sangat berguna bagi anda yang menggunakan jasa layanan <em>shared hosting</em>. Melalui script ini akan diketahui apakah server yang digunakan berfungsi dengan baik atau tidak.<span id="more-13"></span></p>
<p><strong></strong><code>$site = 'www.musa.web.id';<br />
$port = '80';<br />
$check = fsockopen( "$site", "$port", $errno, $errstr, 6 );<br />
if ( ! $check ){ echo("<span style="color: #00f000;">Wah, servernya sedang Down!</span>");}<br />
else{ echo "<span style="color: #000900;">Server OK!</span>";}<br />
</code></p>
<p>Simpan script tersebut dalam sebuah file, server.php misalnya. Buka file tersebut. Selesai, mudah bukan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musa.web.id/techie/coding/script-untuk-mengecek-status-server/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilah Data Dari Database WordPress</title>
		<link>http://musa.web.id/techie/coding/memilah-data-dari-database-wordpress</link>
		<comments>http://musa.web.id/techie/coding/memilah-data-dari-database-wordpress#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 15:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coding]]></category>
		<category><![CDATA[database]]></category>
		<category><![CDATA[MySQL]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musa.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kemarin saya berhasil menyadap artikel dari database WordPress, kini ada masalah baru muncul. Yaitu semua artikel dalam database di tampilkan oleh script itu. Pdahal ada yang artikelnya berstatus unpublished, ada juga yang typenya revisi atau page. Sehingga yang di tampilkan artikelnya sangatlah kacau. Bisa jadi sebuah artikel muncul dua kali bahkan tiga kali. Namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="first-child ">Setelah kemarin saya berhasil <a href="http://musa.com/?p=178" target="_blank">menyadap artikel dari database WordPress</a>, kini ada masalah baru muncul. Yaitu semua artikel dalam database di tampilkan oleh script itu. Pdahal ada yang artikelnya berstatus unpublished, ada juga yang typenya revisi atau page. Sehingga yang di tampilkan artikelnya sangatlah kacau. Bisa jadi sebuah artikel muncul dua kali bahkan tiga kali. Namun mengapa saat di wordpress artikel itu munculnya hanya sekali? Karna bisa jadi salah satu diantaranya berstatus unpublished. Atau ada juga yang ber type revision.<span id="more-270"></span></p>
<p>Bagaimana mengatasinya? Scriptnya sama <a href="http://musa.com/?p=178" target="_blank">seperti yang dulu</a>. Tapi kita butuh penyeleksian artikel yang nantinya akan kita tampilkan. Pertama-tama kita akan memilih field penentu. Dalam kasus ini field penentunya adalah status dan type. Kemudian saat kita SELECT query nya kita arahkan ke dua field tadi (post_type dan post_status). Disini kita hanya akan menambah query WHERE.</p>
<p>yang tadinya $tampil_data = mysql_query(”SELECT * FROM wp_posts ORDER BY id DESC”);</p>
<p>kita ubah menjadi $tampil_datal=mysql_query("SELECT * FROM artikel WHERE post_status='published' &amp;&amp;post_status='post' order by id desc");</p>
<p>Beres dah...</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musa.web.id/techie/coding/memilah-data-dari-database-wordpress/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
